Thursday, June 17, 2010

hadiah

Aku selalu suka prosesi ini. Ritual yang tidak pernah membosankan, menyenangkan, membingungkan, namun memberikan nyawa dalam setiap fase; mencari hadiah untukmu.
Aku selalu senang memberi hadiah karena aku sungguh menikmati prosesnya secara keseluruhan. Aku menikmati kebingungan, kesenangan, dan angan-angan. Aku menikmati saat menebak-nebak apakah hadiah yang ku pilih akan kau sukai, apakah ukurannya sesuai, apakah cocok, apakah akan berguna, dan berbagai apakah-apakah lainnya. Aku sungguh menikmati semua itu.
Aku semakin gembira pada saat-saat kita bertukar hadiah. Aku gembira saat kita saling kucing-kucingan merahasiakan hadiah, saat kita saling menebak hadiah, dan saat
kita saling berpelukan saat menerima hadiah masing-masing. Bukan hadiah itu sendiri eksistensinya, namun prosesi panjang yang menyenangkan itulah esensinya.
Aku tidak sabar menunggu hadiahku. Aku tidak sabar menunggu pelukan atas penghargaan pada prosesi panjang yang selalu menyenangkan.


p.s. i love you, my dhidha :)

Saturday, June 12, 2010

everything

and in this crazy life
through this crazy times
its you, its you...
you're every sing, you're every line, you're every word,
you're everything...

Friday, June 11, 2010

721

Aku tidak bisa benar-benar mengingat apa yang terjadi 721 hari yang lalu.
Tapi jika bisa aku menebak, mungkin aku sedang duduk, memegang ponselku, membuka sebuah situs jejaring sosial berinisial F, dan memainkan jemariku untuk menuliskan sebuah pesan di kolom yang fungsi awalnya menjadi tempat testimonial.
Atau jika tebakanku itu salah, aku menebak jika aku sedang duduk, memegang ponselku, membuka sebuah situs percakapan online berinsial Y, entah sedang menunggu sebuah nama muncul di situ atau bahkan aku sedang memainkan jemariku dan seolah berbincang dengan nama yang ku tunggu.
Jika tebakanku masih salah juga, aku menebak jika aku sedang duduk, memegang ponselku, menimbang-nimbang seratus kali untuk memilih opsi "dial" atas sebuah nama yang terpajang di layar itu. Atau mungkin aku mempermainkan jemariku dan beberapa kali mengirim pesan kepada sang pemilik nama?

Entahlah, aku tidak punya mesin pemutar waktu.
Aku tidak benar-benar bisa mengingat apa yang aku lakukan 721 hari yang lalu.
Namun satu yang aku yakini, 721 hari yang lalu, di hari, tempat, dan jam yang sama, aku sedang memikirkan satu nama yang selalu sama dengan yang ku pikirkan saat ini.

kamu...

Thursday, May 20, 2010

699


Hari ini tepat 699 hari kita berjalan melintasi jalan yang bersama-sama telah kita tentukan rutenya. Aku masih ingat waktu kita duduk bersama, berunding memetakan rute-rute tersebut dalam sebuah peta yang sudah kita tentukan dengan detail arah, rambu-rambu, dan lokasi keberadaan harta karunnya.

Peta itu tidak dicopy, tidak digambar kembali, tidak pula digandakan dalam bentuk apapun. Satu peta untuk bersama karena peta itu dibuat bersama-sama. Peta itu tidak dimiliki salah satu, tidak dipinjamkan, namun dibagi bersama. Berjalan bersama mengikuti arah yang sudah dijelaskan, mematuhi rambu-rambu yang sudah ditentukan, agar harta karun itu dapat ditemukan.

Selayaknya petualangan memperoleh harta karun, perjalanan yang ditempuh pun tidak selalu mulus. Meskipun rute dan rambu-rambu itu sudah dipatuhi, tetap saja ada tikungan, kerikil, angin, dan berbagai cobaan selama perjalanan itu namun tidak pernah kita keluhkan tapi justru kita syukuri. Dengan adanya semua itu, perjalanan ini semakin berwarna dan semakin terasa esensinya. Tanpanya, semua ini tidak akan sama. Perjalanan ini tidak akan pernah sama.

Bagiku, perjalanan ini tidak hanya sekedar esensi namun juga eksistensi. Kutawarkan nafasku dalam perjalanan itu, kuserahkan malam pada fajar yang direkahkan matahari, kuserahkan denyut nadiku padamu yang bergulung lelap dalam kuncup rahasia. Perjalanan ini tidak hanya sekedar mimpi. Setiap kali goncangan cobaan datang, semakin erat kita berpegangan, kembali duduk bersama, membaca peta dan mencari jalan lain menuju sang harta karun berada.

Bersamamu aku tidak pernah takut menghadapi goncangan dalam wujud apapun. Kuyakini kita akan tetap berjalan bersama, mempererat genggaman tangan kita, dan merapatkan langkah kaki kita.

Semua ini adalah perjalanan. Perjalanan panjang yang berujung pada satu tujuan pertama. Setelah itu, kita akan kembali duduk bersama memetakan kembali sebuah peta baru yang lebih sempurna dengan perjalanan yang luar biasa dan kembali berjalan mencapai tujuan baru yang tentunya lebih indah. Perjalanan ini adalah proses pembelajaran dan pengulangan pola. Pola itu kemudian akan terulang kembali dengan perjalanan yang jauh lebih luar biasa lagi dan peta yang lebih sempurna lagi, begitu terus menerus.

Perjalanan ini tidak sama, tidak akan pernah sama jika dijalani sendiri. Semua sempurna, karena kamu ada.



“Love is a journey, not a destination…”


Happy Our 699th Days Anniversarry, Christa Adhi Dharma

I love you and I will always do…

Friday, May 14, 2010

Rumah Besar, Terlalu Besar...

Rumah itu terletak di pusat kota, sangat besar dan indah. Semua orang berebut ingin masuk ke dalam dan menjadi penghuni rumah itu, padahal kunci untuk menjadi penghuni rumah itu hanya ada satu.

Aku adalah sang pemilik kunci itu. Aku memilikinya. Tanpa harus berebut aku bisa dengan leluasa masuk dan menjadi penghuni rumah itu sesuka hatiku. Anehnya, bukan itu mauku. Bukan itu mimpiku.

Bagiku rumah besar dan indah di pusat kota bukan mimpi besarku. Seandainya bisa, ingin ku berikan kunci itu kepada salah satu dari orang-orang yang berebut itu karena aku tau itu memang mimpi besar mereka. Mimpi yang sejujurnya tidak sama dengan mimpiku, dan aku bisa membantu mereka mewujudkan mimpi itu.



Mimpiku bukan rumah besar itu. Mimpiku adalah mimpi yang jauh lebih sederhana. Aku hanya bermimpi menghuni sebuah rumah sederhana yang menenangkan. Rumah besar itu bukannya tidak menenangkan, namun justru aku sendirilah yang merasa tidak tenang ada di dalamnya karena aku tau bukan rumah ini yang aku cari. Selayaknya manusia, seringkali aku sampai pada titik godaan atas keserakahan. Godaan itu berbisik, “Tinggali saja rumah besar itu. Bukankah kamu punya kunci yang tidak dimiliki oleh orang lain? Pergunakan saja itu”. Godaan itu datang dan pergi sesuka hati. Akan tetapi, pelajaran besar selalu mengingatkanku bahwa kesombongan akan membunuhku pelan-pelan dan aku belum ingin mati.

Di dunia ini, semua orang berusaha untuk mencapai mimpi yang ditanamnya sendiri. Begitu pula denganku, mimpi sederhanakulah yang akan ku pertahankan sampai mati. Mungkin mimpi ini sulit diterima logika dan rasio manusia. Tapi bukankah dalam bermimpi pun tidak pernah ada logika?

(gambar dipinjam dari: http://fc09.deviantart.net/fs22/f/2008/001/e/c/the_dream_by_P_R_O.jpg )

Tuesday, May 11, 2010

always be my baby

You'll always be a part of me
I'm part of you indefinitely

Baby, don't you know you can't escape me

'Cause darling you will always be my baby



And we'll linger on
Time can't erase a feeling this strong

No way you're ever gonna shake me

Darling, 'cause you will always be my baby



Saturday, April 10, 2010

him

Lelaki itu bergerak. Seorang diri. Di sana. Begitu memukau. Bagai desingan biola monolog di tengah orkestra yang bungkam. Ketika lelaki itu memasuki ruangan, debu pun menyingkir memberi jalan. Bahkan udara pun menyerah memujanya. Dan detik itu juga semua peristiwa seperti berhenti bergerak. Statis. Udara berhenti mengalir. Dunia berhenti bernapas.

Postur tubuh lelaki itu tegap. Menjulang hampir 180 sentimeter. Struktur tulangnya kuat dan kokoh. Kulitnya legam, menyemburkan kharisma kejantanan yang menyengat.


Garis wajahnya seperti batu karang. Rahangnya kuat. Bekas cukuran di atas bibir dan dagunya tampak kasar membiru. Rambutnya dipangkas pendek cepak. Menegaskan sosoknya sebagai lelaki sejati.

Sempurna dalam kemaskulinan.

Relief wajahnya seperti tebing batu yang terpahat tegar karena diterjang topan dan badai. Setiap detail begitu sempurna. Hidungnya kokoh dan mencuat. Dagunya tegas persegi. Alisnya hitam lebat dan bertaut di puncak hidung. Bentuk matanya melengkung indah, namun sorot matanya tajam dan dalam. Seperti rajawali perkasa yang siap menerkam mangsanya. Figur lelaki yang tak terkalahkan.