Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

Sunday, October 2, 2011

Our Marriage, Their Wedding


Warning: If you wished this post is about our wedding announcement, sorry honey you better stop reading. It is not yet talking about it. :)

Selepas menyelesaikan pendidikan di tingkat S-1 umumnya kita akan disodori tentang berbagai pertanyaan seperti, "Habis ini mau lanjutin S-2 atau kerja dimana?", "Udah daftar kerja dimana aja?", "Kapan nikah?". Baiklah, pertanyaan sejenis itu memang wajar dan hmm... umum ditanyakan. Way intimidating tapi cukup populer ditanyakan oleh siapapun yang ngobrol dengan kita ketika baru saja lulus sarjana.

Di antara ketiga contoh pertanyaan tersebut, pertanyaan terakhir, "Kapan nikah?" adalah pertanyaan yang terhitung kerap ditanyakan pada kaum perempuan. Mengapa perempuan? Karena mayoritas orang-orang masih memiliki paradigma tentang fase hidup bagi perempuan yang menganggap bahwa setelah lulus kemudian menikah saja, belum bekerja pun tidak apa, toh ada suami yang bisa menghidupi. Tulisan ini jelas tidak bermaksud menyudutkan teman-teman yang menikah di usia muda, menikah saat baru saja lulus atau mungkin masih menjalani aktivitas perkuliahan, atau teman-teman yang memang berencana berkarir di rumah (house executive). Tulisan ini lebih pada pemaparan tentang sudut pandang alternatif -selain sudut pandang yang menganggap bahwa perempuan setelah lulus kemudian menikah saja- tentang konsep pernikahan.

Our wedding, their marriage. Tidak berlebihan rasanya ketika saya mencoba untuk membuat sebuah batasan yang jelas tentang konsep "wedding" dan "marriage". Umumnya, hampir setiap perempuan memiliki "wedding dream" yang sesuai dengan keinginannya. Dia tahu persis akan seperti apa wedding day-nya. Gaun yang akan dikenakan, tema dan dekorasi, bunga yang dipasang, lokasi acara, bahkan mungkin untuk urusan menu pun sudah ada dalam benaknya. Akan tetapi, seringkali lupa dengan konsep bahwa "wedding" berbeda dengan "marriage". "Wedding" adalah selebrasi, perayaan dalam satu atau beberapa hari. "Marriage" adalah journey, perjalanan seumur hidup.

Ketika kita bertemu dengan laki-laki yang kita impikan, yang dengannya kita seolah dapat melihat masa depan, tidak jarang kita terjebak pada kondisi yang mendorong kita merasa bahwa inilah orang yang tepat dan dengannya aku siap hidup bersama, kapanpun itu. Ah, kali ini konsep "hidup bersama". "Hidup bersama" yang dalam Bahasa Inggris disebut sebagai "domestic partnership" agaknya berbeda dengan konsep "hidup bersama" dalam istilah kita. Di sana, "hidup bersama" merupakan level dimana dua orang setuju untuk tinggal bersama dan berbagi biaya untuk fasilitas hidup yang mereka nikmati berdua. Level relasinya? Tentu beragam, ada yang sepasang kekasih, saudara, atau sahabat. Sedangkan di sini, konsep "hidup bersama" cenderung merujuk pada sepasang suami-istri (okelah di zaman ini di sini pun ada juga pasangan kekasih yang belum menikah dan hidup bersama, tapi bukan ini yang sedang kubahas) yang tinggal dan hidup bersama, berkomitmen untuk saling terikat selamanya dan membentuk suatu keluarga. Pertanyaannya, "Kapan kita siap untuk menjalani komitmen seumur hidup untuk berbagi hidup bersamanya?"

Jawaban dari pertanyaan tersebut tentu beragam tergantung pada diri masing-masing. Ada yang mungkin menetapkan parameter siap ketika dirinya telah bertemu laki-laki yang tepat dan mereka sudah selesai kuliah, ada yang mungkin berparameter ketika laki-laki yang dicintainya sudah mapan dan dirinya sudah selesai kuliah, ada yang mungkin berparameter ketika keduanya sudah memiliki kondisi ekonomi dan emosi yang stabil, atau mungkin ada juga yang berparameter ketika keduanya saling cinta dan bahagia saja sudah cukup bagi mereka. Yang mana yang benar? Semua benar, tergantung bagaimana keduanya mengimani keyakinan tersebut.

Pertanyaan "Kapan nikah?" mungkin sama menyudutkannya dengan "Kapan lulus?" bagi sebagian orang. Bedanya, pertanyaan soal lulus kuliah berada dalam level individu, sementara pertanyaan nikah berada dalam level yang lebih makro. Menikah adalah "marriage" bukan sekedar "wedding". Benar mereka berkaitan tapi konsepnya berbeda. Lalu kenapa "their wedding"? Tentu ini adalah pernikahanmu, kalian adalah dua pemeran utamanya. Tapi mayoritas upacara pernikahan juga dimiliki oleh orang tua dan keluarga. Dalam beberapa keluarga, orang tua menjadi sponsor tunggal acara pernikahan sehingga mereka merasa memiliki hari itu. Mereka akan mengambil peran dominan dalam menentukan segalanya meski didasarkan pada keinginan kedua mempelai. Apakah salah? Tentu tidak.

Banyak orang menyukai selebrasi, "the wedding". Tahap persiapan, prosesi, hingga acara wedding day memang selalu menyenangkan. Semua orang bergembira, semua orang urun pendapat, semua orang sibuk berpartisipasi mempersiapkan wedding day agar segalanya sempurna. Tapi setelah wedding day usai, the real marriage life comes and no one of them could participate in your marriage life. Benar mereka mengambil peran sebagai keluarga - keluarga ipar, namun pernikahan yang sesungguhnya hanya dijalankan oleh dua orang yang sepakat untuk saling menjaga komitmen mereka. Yes, this is your family wedding, their wedding, but your marriage.

So, girls please be careful on identifying you readiness. Hanya dirimu sendiri yang tahu kapan kau siap. Jangan terjebak pada "wedding day" dan lupa pada "marriage life". Aku tidak sedang meragukan instansi pernikahan, aku tidak pernah meragukannya sedikit pun. Aku bukan perempuan yang berkeinginan tidak menikah seumur hidup. Tapi aku berharap agar kita semua memastikan bahwa kita sungguh-sungguh siap ketika mengambil keputusan itu. Everybody can come in your wedding day, but nobody can come in your marriage life. Your marriage, their wedding.




Saturday, January 8, 2011

Chocolate Cupcake for Carin's Birthday

Many things I'm about to write tonight and having no idea which one to be wrote first. So, I decided to write and share a picture of birthday cupcake that I just finished bake it today.
It's still chocolate cupcake with the butter cream and fondant decoration. The cupcake is served for my cousin, Carin who is having her birthday today and about going to study abroad this/next month. Besides the cupcake, I also made the birthday card. I'm using A4 HVS paper, kuarto, and origami paper as the material. And here they are.
Actually the cake would be served as a surprise cake tonight, but unfortunately it was rain in the evening then the meeting was canceled. Some hours later (definitely means right now when I am typing this), the rain already abate but still we can't meet because she is going out with her parents. So, we just make up new plan about tomorrow that she and my other cousin will come to my house. I hope the frost won't be in damaged since I just put it on my dining table along the night.

p.s. Happy Birthday, Carin! Wish you all the best dear. :)

Sunday, December 5, 2010

Three to Four Years Is Not a Long Time, Is It? (Part 1)

Last night I met Carin, my cousin and she told me something surprised. She's about leaving this country in a while. Yes, she'll have her college at Germany, majoring business studies. Means what? She will live there for a long time. About 3 or 4 years, not only for a day, a week, a month, or year.
She told me the plan of her study in the middle of this year. When I asked her when she'll leave, she simply answered that she didn't know yet. She guessed it would about in the middle of next year or later. Personally, I am ready for the day she would leave. What makes me surprise only about the time she'll leave. I never imagine she'll leave here too soon.
Talking about her always special. She is the cousin who I grow old with. We were live only next door, we went to the same school (since kindergarten to junior high), we played together, we hang out together, we really had a lot of good times together. I still remember when I was a 4th grade of elementary and she was only a 1st grade, she waited for me to back home together. When actually, her class already over at 10 A.M. and my class would be over at 02.00 P.M. I remember I was so sad when she cut my paper puppet when she was kids. I remember we played the dolls together every noon. I remember we were soaring to each other when we take a bath since our house was only next door. I remember went to school every morning with her. I remember we often celebrate her birthday together in KFC. I also remember when she was too kids she gave me a cute black dress as the present of my 6th years old birthday.


(From the right side: me, Carin, Ovie, Nita)

When we grow teens (I only 4 years older than her), we spent a lot of fun but silly times. I often hang out with her. Sometimes, we just ride the bike and going nowhere, no destination. But we still had the great times. We ever almost blunder against a sauce-seller on the street, we ever fallen down from her bike because we were avoiding chicken on the yard, she always mad at me when I saw cute guys and she didn't (because she drove the bike, then she needs to concentrate on the road more than on the guys around hehe).
When we grow older (she still in teens anyway), we exchange some recipes. The funniest thing was since we were kids we often spend times cooking some foods together, and yes it never works. It only works when we cook it by our self, not cook it together.
And what would makes me miss her very much, I will never see her every weekend as we usually do. She always come to my house almost every Saturday to pick me up. We always pray together every Saturday in our other cousin's house and Carin always picks me up. Besides her, there are our two cousins, Nita and Ovie who are the great sister of us. We often spend the time together, hanging out, and make fun to each other. Without Carin, I just know that those moments wouldn't be the same. There will never be the youngest sister who always makes us laugh, there will never be the funniest sister, the silly and genius at the same time.
Since I grow old with her and we never be apart for a -very- long time, I'm sure I will miss her very much.


Well, my little sister is a big girl now.
She is growing older. I love the sisterhood we have.
I know I will miss her, but I know she should catch up her dreams, and this is her way.
Sometimes I wonder about her, living alone in a far away country.
Would there will be a sister who take care of her when she get cold, cough, fever, or need something?
I really wish she would be fine along the years.




Have a good time there, dear sister.
Be a good girl and brilliant student. I know you can do it and I can't wait to see you home soon.
Have a good time there, dear sister.
Be a good girl and brilliant student.
Keep your health well, only consume healthy foods .
I know you can do it and I can't wait to see you home soon.
You know, I will miss you very much!

Tuesday, November 30, 2010

Little Angel of The Last November

This November 30th probably would be the good day of me and the whole family. Today, a newborn baby sees the world and she does sooo beautiful. Actually, it's my cousin who give-birth the baby girl. I know they'd been waiting for a long time to see the baby. And today, she comes to see the beautiful world.
I am so excited as I did to my nephews, Abid and Iko. Those boys now are having a cousin and honestly I dont know what would they do to this girl hehehe. Since there was no little girl in the house, I dont know would it be a pinch or bite or maybe they would be nice to their sister.
Since I was having only two nephews, its kind a hard for me to stop dreaming about buying beautiful dress for my niece. And my sister makes it real! I already having a niece now. Means, I can buy a lot of little dress and design it by my self.
Anyway, her name is Khansa. Here I upload the newborn baby girl's pict that I took from hospital some hours after she sees the world! :)

Saturday, September 19, 2009

Apun

Terhitung ini adalah Idul Fitri pertama saya tanpa kehadiran kakek saya yang meninggal bulan Juni lalu. Saya memanggil kakek saya dengan panggilan "Apun", nama yang katanya saya ciptakan waktu saya balita dulu ketika memanggil kakek. Saya sendiri tidak tau apa artinya kata "Apun" tapi dugaan saya mungkin saya cedal kala itu dan kata "Opung" menjadi kata "Apun", entahlah saya juga kurang tau pasti.

Ketiadaan Apun di tengah-tengah kami lagi memberikan ambience yang berbeda khususnya pada moment Idul Fitri kali ini. Dimulai dari tidak adanya kakek yang saya sungkemi setelah sholat Idul Fitri hingga sesak yang menggelayut saat saya mengemas kue-kue Lebaran kesukaan saya dan Apun. Apun suka sekali kastengel sama seperti saya. Setiap Lebaran tiba saya selalu menyiapkan masing-masing satu toples khusus kastengel untuk saya sendiri dan untuk Apun. Begitu pula ketika kemarin sore saya dan adik saya membeli beberapa barang di salah satu supermarket sesak itu kembali bergelayut saat saya melewati deretan rak makanan-makanan instan siap saji. Dulu Apun sering minta dibelikan bubur-bubur instan siap saji banyak sekali.

Hal lain yang "baru" dalam Idul Fitri kali ini dan cukup terasa bagi kami semua adalah berpindahnya acara kumpul-kumpul yang biasanya selalu diadakan di rumah Apun kini diadakan di rumah saya. Nenek saya akan tinggal di sini dan tentunya saudara-saudara saya yang lain juga akan datang ke rumah saya. Satu hal yang cukup menggembirakan adalah sebagian besar saudara-saudara saya yang tidak tinggal di Pulau Jawa akan pulang kali ini.

Satu hal yang masih melekat jelas di benak saya dan mungkin tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup (kecuali disebabkan amnesia dsb) adalah ketika saya masih kecil sekali (mungkin usia TK atau SD) keluarga besar kami berkumpul semua di rumah Apun dan kami membuat berbagai hidangan Idul Fitri bersama. Nenek dan para mama membuat kue, sementara Apun, saya, dan beberapa sepupu saya membuat es krim dari es batu dan garam yang tidak pernah bisa saya hafal tata cara pembuatannya. Bagi saya, moment itu adalah satu halaman dari berlembar-lembar halaman waktu yang saya habiskan dengan Apun dan keluarga besar saya.

Rest in peace, Apun. We love you so much and missing you a lot. See you there in heaven, I love you.