Saturday, September 18, 2010

Can't Take My Eyes of You

...
Pardon the way that I stare
There's nothing else to compare
The sight of you leaves me weak
There are no words left to speak
But if you feel like I feel
Please let me know that it's real
You're just too good to be true
Can't take my eyes of you...

LOOK! #1

I love fashion! Everybody uhm... every girl I guess love fashion so much. Some of them even thinks that fashion is everything. Something that rules their lives, should be followed, even something to die for. But fashion is not merely exists in dress only. Fashion is in the sky, in the street, fashion has to do with ideas, the way we live, what is happening.
Everybody have their own style. Unfortunately, there are some people who are forcing their self to hard on following fashion trends. They follow the trend each time and dress up just like the trend told them to be. The bad side is not everybody are totally suitable wearing the dress in every trend. Sometimes a dress looks good to be fitted in someone but its not pretty when someone else wears it. So, the point is only wear the dress that is suitable for your self, because the luxury must be comfortable, otherwise it is not luxury.
Here I share and review some dress that I mixed up on Looklet. The list of item I used briefly explained on each picture.

1. Titled: Fabulousarong
The uniqueness of that dress was in the skirt. Skirt by Lars Wallin above is fashionably cute with the pink tuft on the right-side. The color of yellow with the square pattern reminds me with the sarong that usually wear by men in Indonesia (hahaha). It looks pretty combines with the top and vest from Indiska and Ann Christine. The stack necklace also cute in completing the dress.

2. Titled: Uptown Girl
The dress from Issa London on the picture above was fabulous! Its sexy but not vulgar. The scarf from Rtzou also has a beautiful floral print. The color is great combined with the dress. The heels from Bjorn Borg very catchy in khaki color.

3. Titled: Simply Me

The catchiest part of this look is the blouse! I love the cut of the blouse. The blouse created by Diana Orving above are simple yet hot. It looks sexy even it just simply mix up with black skinny jeans. Because the blouse is so catchy then you don't need to put a lot accesories especially necklace. Clutch maybe the best combination on completing the look.

-another- quote of the day! :)

I don't know why women want all of the things men have when one the things that women have is men.
- Coco Chanel -

Tuesday, September 14, 2010

.m.i.s.s.

I miss you very much.
I miss you to the level my self just can't explain.

home, September 14th 2010.

Monday, September 13, 2010

Countering Issue of Negative Words of Mouth


Tidak bisa dipungkiri words of mouth (WoM) menjadi salah satu strategi komunikasi pemasaran yang sangat efektif bagi sebuah perusahaan maupun produk yang dipasarkannya. Basis kepercayaan interpersonal (interpersonal high trust) menjadi salah satu alasan dari efektivitas strategi ini. Bagi sebagian besar orang promosi yang disampaikan melalui iklan memiliki efek yang lebih kecil dibandingkan promosi yang disampaikan oleh orang lain terutama bila orang tersebut merupakan orang-orang terdekat. Rekomendasi dari orang-orang terdekat inilah yang memiliki efek lebih besar karena umumnya rekomendasi mereka akan lebih didengar dibandingkan promosi di berbagai iklan.
Strategi words of mouth (WoM) ini tentunya menjadi salah satu strategi komunikasi yang tidak hanya ampuh namun juga gratis bagi perusahaan. Selain dapat menjaring konsumen baru, perusahaan juga tidak perlu menyusun anggaran dalam jumlah besar untuk melaksanakan strategi ini karena pesan promosi akan terus berkembang dan menyebar luas dengan sendirinya.
Sekilas strategi words of mouth (WoM) memang memiliki keunggulan khususnya jika informasi yang tersebar merupakan pesan yang bersifat positif (positive words of mouth), namun bila informasi yang tersebar merupakan pesan yang bersifat negatif (negative words of mouth) maka alih-alih keuntungan bisa jadi justru kerugian yang dialami oleh perusahaan tersebut.

Dalam menghadapi negative words of mouth perusahaan dapat menyikapinya dengan berbagai cara. Mulai dari mengabaikan, menuntut, atau justru memanfaatkan negative words of mouth dengan mengubahnya menjadi positive words of mouth. Sikap yang terakhir diungkapkan merupakan sikap dan solusi yang cerdas bahkan bisa mendatangkan keuntungan ganda bagi perusahaan. Sayangnya kesadaran perusahaan untuk mengambil langkah ini cenderung masih minim. Kebanyakan perusahaan lebih memilih untuk memperkarakan negative words of mouth atau mengabaikan "virus" ini.
Sebutlah kasus yang dialami oleh Prita Mulyasari dan RS Omni International. Tuntutan yang dilayangkan oleh RS Omni International atas "curhat" Ibu Prita di media online merupakan langkah yang ditempuh untuk menghadapi negative words of mouth yang berkembang di masyarakat, khususnya para anggota yang tergabung dalam milis tersebut. Hasilnya, RS Omni International justru memperoleh pencitraan yang buruk terbukti dengan banyaknya dukungan yang diberikan oleh masyarakat baik melalui situs Facebook maupun aksi "koin untuk Prita". Hal ini jelas membuktikan bahwa negative words of mouth tidak bisa begitu saja dihentikan dengan langkah-langkah hukum.
Selanjutnya, mari kita meninjau bagaimana Apple mengubah negative words of mouth menjadi positive words of mouth yang powerful. Casey Neistat, pakar multimedia yang kecewa atas regulasi yang menekankan tentang tidak adanya penggantian baterai untuk Ipod dan mengekspresikan kekecewaannya dengan menayangkannya di berbagai website tentunya memberikan efek negative words of mouth bagi Apple dan Ipod. Tidak gegabah dalam mengambil sikap, Steve Jobs justru mengirimkan sebuah Ipod baru gratis bagi Neistat dan mengubah regulasi dengan memberikan jaminan tentang penggantian baterai Ipod dengan harga yang lebih murah. Dengan langkah ini, Casey Neistat yang awalnya menjadi "penyebar" negative words of mouth berubah menjadi "penyebar" positive words of mouth yang menguntungkan (profitable talker).
Kasus lain yang terjadi di Indonesia misalnya dapat diulas dari sebuah restoran siap saji, Kentucky Fried Chicken (KFC). Di sebuah media massa saya membaca tentang bagaimana hotline service KFC memberikan respon negatif terhadap seorang anak kelas VI SD yang menelepon untuk memesan paket yang ditawarkan KFC. Customer service tersebut menganggap anak tersebut hanya main-main dengan meminta anak tersebut untuk memberikan telepon ke orang tuanya sementara sang anak mati-matian meyakinkan bahwa dia serius melakukan pemesanan. Karena merasa tersinggung, sang anak kemudian menyebarkan informasi tentang perlakuan KFC tersebut kepada orang tua dan teman-temannya. Hal ini tentunya berdampak negatif terhadap citra KFC di masyarakat, khususnya anak-anak. Memang hotline service rawan dengan beberapa isu seperti telepon palsu, namun langkah yang ditempuh seharusnya lebih bijak dan tidak membuat konsumen tersinggung.
Meskipun sekilas KFC tampak "bersalah", di lain pihak seandainya sang anak atau orang tuanya mengadukan kekecewaannya kepada customer service KFC mungkin ceritanya akan berbeda. Saya memiliki pengalaman langsung tentang ini. Pada bulan Ramadhan lalu saya berkunjung ke salah satu gerai KFC di waktu buka puasa. Tentunya pada waktu-waktu tersebut traffic sangat tinggi dan kesigapan petugas untuk membersihkan meja sangat penting. Sayangnya, di gerai KFC tersebut saya tidak memperoleh kenyamanan layanan karena petugas tidak kunjung datang untuk membersihkan meja bahkan setelah kami selesai memesan makanan. Ketidaknyamanan tersebut saya adukan ke customer service KFC dan penanganannya sangat baik, cepat, dan menyenangkan. Mulai dari tingkat pusat hingga cabang semuanya terfollow-up dengan rapi. Sangat mengesankan. Kekecewaan saya pun terbayar dan saya dengan bangga menceritakan pengalaman tersebut ke rekan-rekan saya.
Langkah yang ditempuh KFC sesungguhnya merupakan langkah umum yang standar dan sederhana, namun efektif. Kemauan untuk menanggapi dan memperbaiki layanan demi kenyamanan konsumen merupakan salah satu langkah paling sederhana dalam mencegah berkembangnya negative words of mouth dari konsumen yang kecewa.
Dari sini dapat dipahami bahwa words of mouth di satu sisi dapat memberikan keuntungan apabila dapat dioptimalkan, namun di sisi lain dapat membunuh brand bila diabaikan khususnya jika informasi negatiflah yang berkembang. Salah satu langkah cerdas, jangan gegabah dalam mengambil sikap. Atasi negative words of mouth dengan mengubahnya menjadi positive words of mouth.

Referensi:
Majalah Marketing.
http://duniapemasaran.com/index.php/komunikasi-pemasaran/mencintai-negative-word-of-mouth.html

Gambar dipinjam dari:

www.phonewords.com.au

Friday, August 20, 2010

i'm so glad to be yours :)

lying here together
soaking in the tub
our toes turned wrinkly
windows all steamed up
I'm just kinda hanging
you're reading from your book
it no matter what we are doing
it all feels so good

don't you get it baby
I'm so glad to be yours
oh pretty baby
I don't need nothing more
this is all I need

I know we're out the money
put that long road aside
but I just look at you beside me
and man I've got it all

don't you get it baby
I'm so glad to be yours
oh pretty baby
I don't need nothing more
this is all I need

Monday, August 16, 2010

Upacara Peringatan Kemerdekaan 17 Agustus 2010

Seperti biasa saya selalu menantikan upacara bendera setiap tanggal 17 Agustus. Lebih dari sekedar didasari karena rasa nasionalisme, upacara bendera membawa sebagian rasa kebanggaan, mimpi, dan harapan. Terhitung sejak sekitar lima tahunan yang lalu saya rutin mengikuti upacara dari layar televisi. Artinya, tahun ini mungkin sekitar tahun keenam saya dalam mengikuti ritual prosesi ini.
Upacara bendera tanggal 17 Agustus membawa kebanggaan besar dalam diri saya. Kebanggaan saat melihat bendera berkibar dengan gagah di seluruh pelosok negeri. Kebanggaan dan rasa syukur yang besar atas segala hal yang dimiliki bangsa ini.
Upacara bendera tanggal 17 Agustus juga turut membawa mimpi saya. Sejak kecil saya bercita-cita menjadi paskibraka. Cita-cita yang tidak pernah bisa tercapai karena kondisi fisik saya yang memang terlalu kurus dan gampang pingsan tersengat cahaya matahari. Akhirnya saya mengikhlaskan cita-cita itu terbang meskipun mimpi itu masih terus ada dalam hati. Entahlah, mungkin mimpi itu juga yang membuat saya terobsesi pada pesona pasukan-pasukan tinggi, tegap, dan gagah. Rasa syukur saya bertambah ketika kemudian saya didampingi oleh seorang pasangan yang persis seperti apa yang saya inginkan, seorang komandan delapan pagi pasukan pengibar bendera 17 Agustus 2006 di Istana Gedung Agung Yogyakarta.
Upacara bendera tanggal 17 Agustus juga melambungkan harapan yang besar bagi keberlanjutan kehidupan bangsa. Saya selalu setuju dengan pendapat pacar saya, "Pemimpin bangsa yang terpilih adalah yang terbaik di masanya. Sehingga siapapun beliau harus kita dukung". Ya, saya setuju bahwa pemipin bangsa adalah yang terbaik di masanya. Mungkin, ketika pemimpin terdahulu memimpin bangsa kita saat ini, kepemimpinannya tidak akan maksimal. Begitu pula sebaliknya, mungkin jika pemimpin kita dihadapkan pada kepemimpinan masa lalu, kepemimpinannya pun tidak akan maksimal. Dalam setiap upacara, selalu terbersit harapan agar bangsa kita selalu diberikan perlindungan, menjadi bangsa yang lebih arif dan bijaksana, bangsa yang santun, bangsa yang cerdas, bangsa yang benar-benar dipuja-puja bangsa sejak dulu kala.
Terhitung tahun ini adalah sekitar tahun keenam saya rutin mengikuti prosesi upacara peringatan kemerdekaan. Yang berbeda tahun ini saya mengikuti prosesi tersebut dari dua lokasi, Istana Negara dan Tugu Proklamasi. Upacara di Istana Negara tentu saja disiarkan secara langsung oleh berbagai saluran televisi, sementara upacara di Tugu Proklamasi saya ikuti via online. Ya, ini adalah kali pertama putra-putri bangsa mengadakan upacara digital yang diikuti lebih dari 13.000 orang dari berbagai penjuru dunia. Ya, penjuru dunia bukan hanya penjuru nusantara. Hashtag #indonesia65 di Twitter pun sudah melaju ke trending topic worldwide. How do we LOVE you technology!
Upacara bendera 17 Agustus selalu membuat bulu kuduk saya merinding. Mulai dari derap langkah Paskibraka memasuki lapangan upacara, pembawa baki membawa bendera pusaka, hingga pengibaran bendera merah putih selalu membawa euphoria tersendiri dalam diri saya.

"Kita tahu setiap bangsa pernah melewati masa-masa gelap sebelum menuju terang. Yang membedakan antara satu bangsa dan bangsa lain adalah pilihan sikap mereka ketika masa gelap melanda. Dan kita mungkin adalah bangsa yang memilih menyalakan lilin ketimbang mengutuk gelap." (Ndorokakung - Upacara Digital).